Live Scores & Odds Comparison

QQFUNBET
You are here » Nowgoal  » 
Piala Dunia 2018 Kemungkinan Menjadi Panggung Terakhir Lionel Messi

Piala Dunia 2018 Kemungkinan Menjadi Panggung Terakhir Lionel Messi

Pendapat Penggemar Argentina tentang Messi
 
Argentina telah bertanding melawan Rusia tahun lalu di stadium Luzhniki. Pertandingan persahabatan ini memberikan Jorge Sampaoli serta seluruh pemain argentina kesempatan untuk merasakan tanah dan mengukur kualitas lapangan yang akan menjadi tempat Piala Dunia di musim panas mendatang. Tiga bulan dari sekarang, para pemain argentina akan berharap untuk kembali di lapangan tersebut di depan 80.000 penggemar argentina untuk memenangkan satu pertandingan demi negaranya..
 
Di 2014, Argentina kalah dan dianggap mengecewakan bagi para penggemar dan negaranya sendiri yang terobsesi dengan memenangkan Piala Dunia pertama sejak 1986. Bahkan Argentina hampir kehilangan kesempatan untuk ke Rusia. Oktober lalu, tinggal dua pertandingan kualifikasi yang tersisa, Argentina berada di urutan kelima dalam grup mereka. Saat itu, Argentina dalam bahaya kehilangan final untuk pertama kalinya sejak 1970, tahun di mana Brasil menaklukkan hati dunia.
 
Pendapat Penggemar Argentina
 
Dalam persoalan yang saat itu terjadi, beberapa penggemar memberikan pendapatnya tentang masalah tersebut. Salah satu penggemar yang biasanya resah akan persoalan pemain Argentina mengatakan bahwa bahaya kehilangan final adalah tragedi nasional. Dia menambahkan bahwa final merupakan standar minimal yang para penggemar Argentina harapkan dari pemain-pemain ini. Dua puluh dua miliarder sialan ini bermain di Eropa untuk tim Eropa. Dan satu-satunya hal yang para penggemar minta adalah untuk memberikan tim nasional kemenangan untuk tim nasional.
 
Dia juga menegaskan ketika pertandingan melawan Rusia saat itu, semua persiapan pendukung sudah lengkap, namun, satu orang pemain terbaik dan terkaya membuat semua pendukung Argentina marah. Pendukung tersebut berkata bawha Barcelona berada di Eropa. Para penggemar Argentina berada di kota yang berbeda di negara yang berbeda. Messi membuat semua penggemar senang, namun bukan para pendukung setia Argentina.
 
Selain itu, dia menyampaikan bahwa mereka ingin Messi menang untuk mereka. Jika dia merupakan pemain terbaik dunia untuk Barcelona, tetapi tidak pernah memberikan kemenangan untuk negaranya, itu sama saja dengan tidak ada apa-apanya. Tidak ada jalan tengah. Tidak ada surge atau neraka baginya. Tidak ada warna abu-abu; hanya hitam dan putih.
 
Selain itu, dia menegaskan jika kesempatan terakhir Messi untuk memenangkan Piala Dunia berakhir, kesempatan terakhir dia harus menjadi legenda; kesempatan terakhir dia harus menjadi pahlawan nasional; kesempatan terakhir dia untuk mencapai status Yesus Kristus, Piala Dunia 2018 kemungkinan menjadi panggung terakhir Lionel Messi.
 
Di negara di mana sepakbola adalah agama memberikan pandangan yang aneh. Sebagai pemain, Messi tidak disembah oleh rekan senegaranya. Walaupun dia telah memenangkan empat Piala Eropa, delapan gelar liga, lima Ballons d’Or dan tiga Piala Dunia Klub, tetapi satu hal yang hanya diperhitungkan para penggemarnya di Argentina yaitu memenangkan Piala Dunia. Sejauh statistik bicara Maradona 1-0 Messi. Diego Maradona yang telah memenangkan Piala Dunia menjadi satu-satunya alasan bagi para pendukung Argentina menyembahnya. Sampai-sampai para penggemarnya menyampaikan bahwa mereka mengucapkan “Selamat Natal” tidak hanya saat bulan Desember, tetapi saat bulan Oktober di waktu Maradona memenangkan Piala Dunia,
 
Munculnya Harapan
 
Di bulan Desember, selain para penggemar Argentina menantikan Natal, mereka juga berharap pertandingan Ekuador melawan Argentina saat itu membawa kemenangan dan menjadikan posisi Argentina layak di Piala Dunia musim panas mendatang. Pada pertandingan, Messi berhasil mencetak tiga angka dalam pertandingan kualifikasi terakhir melawan Ekuador untuk membawa tim ke Rusia. Tentu saja, bagi para penggemar jika Messi tidak mengangkat trofi di Stadion Luzhniki di bulan Juli mendatang, kemenangannya saat melawawn Ekuador tidak akan berarti apa-apa. Namun, jika Messi mengambil langkah yang sama seperti Maradona pada 1986, dia juga akan menjadi dewa.
 

Copyright © 2003 - 2018 Power By www.zqscore.com All Rights Reserved.